Sekali Sebulan
Sekali sebulan aku akan mematikan satu-satunya penerang Dan memohon pada Tuhan untuk membiarkanku menghilang Merapatkan celah antara dinding dengan tirai jendela Sebelum mengukir salam perpisahan di permukaan keramik dengan pecahan meteor berlumuran murka Surga Sekali sebulan aku akan menjadi pendosa Menangis merengek meminta nyawaku ditarik ke kehampaan Tolong jangan jatuhkan aku ke Neraka, pintaku pada para Penjaga Tapi jangan biarkan juga aku mengambang pada ketidakbertujun kerajaan fana Aku pernah punya mimpi, aku rasa Satu yang tidak dinodai garis-garis putus asa Satu yang indah dibingkai dan dipamerkan di tiap ujung lidah bicara Satu yang kurangkai dengan pigura emas, kulindungi dari badai debu berlalu-lalang Mimpi itu masih berdenyut, aku menduga Terselip di dalam laci kayu yang digerogoti miniatur tukang Terlipat dalam bentuk segitiga kertas dengan berat yang tidak membebani Semesta Terlupakan bersama lelah yang menuakan tulang dan mengaburkan semangat Karena itu, sekali sebu...








.jpg)